Selasa, 13 November 2012

PJJ Topik 5


PJJ Topik-5
1.    Lima Generasi Model PJJ dan Model Pembelajarannya
Generasi Pertama (The Correspondence Model )
Model sistem PJJ pada generasi pertama menggunakan print (cetak). Karakteristik Teknologi penyampiannya Mmmpunyai fleksibilitas waktu, tempat, dan kecepatan. Bahan ajar yang sistematis dan tidak ada interaksi dengan siswa.

Generasi Kedua ( The Multimedia Model)
Ada beberapa model dalam sistem PJJ yakni:

·         Print
·         Audiotape
·         Videotape
·         Computer based learning (CAI/CAL)
·         Interactive video

 Karakteristik Teknologi penyampiannya mempunyai fleksibilitas waktu, tempat, dan kecepatan. Bahan ajar yang sistematis dan tidak ada interaksi dengan siswa kecuali pada model sistem computer based learning dan interactive video.

Generasi Ketiga (The Learning Model)
Model sistem PJJ yang digunakan ada beberapa yakni :

·         Audioteleconferencing
·         Videoconferencing
·         Audigraphic Communication
·         Broadcast TV/Radio and audioteleconferencing

Karakteristik Teknologi penyampiannya tidak adanya fleksibilitas waktu, tempat, dan kecepatan. Bahan ajar yang sistematis hanya ada pada model sistem Audigraphic Communication dan Broadcast TV/Radio and audioteleconferencing. Semua model karakteristik penyampaiannya ada interaksi dengan siswa.

Generasi Keempat  (The Flexible Learning Model)
Ada beberapa model dalam sistem PJJ yakni:

·         Interactive multimedia (IMM) online
·         Internet based access to WWW resources
·         Computer mediated communication (CMC)

 Karakteristik Teknologi penyampiannya mempunyai fleksibilitas waktu, tempat, dan kecepatan. Bahan ajar yang sistematis dan semua model karakteristik penyampaiannya ada interaksi dengan siswa.

Generasi kelima (The Intelligent Flexible Learning Model)
Ada Beberapa model dalam sistem PJJ pada generasi lima yang lebih baik dibandungkan generasi sebelum-sebelumnya yaitu:

·         Interactive multimedia (IMM) online
·         Internet based access to WWW resources
·         Computer mediated communication (CMC) using automated response systems
·         Campus portal access to institutional processes

Karakteristik Teknologi penyampiannya mempunyai fleksibilitas waktu, tempat, dan kecepatan. Bahan ajar yang sistematis dan semua model karakteristik penyampaiannya ada interaksi dengan siswa.




2.    Empat model pembelajaran dengan pemanfaatan TIK
Dibawah merupakan peta pemanfaatan TIK dalam pembelajaran (Sumber:Sloan C,2007) :

Proporsi Materi yang disampaikan secara online
Kategori
Deskripsi
0%
Traditional - tradisional
Pembelajaran tatap muka – tanpa memanfaatkan TIK atau teknologi jaringan, pembelajaran disampaikan melalui tatap muka lisan maupun dengan memanfaatkan bahan cetak.
1-29%
ICT/Web Facilitated – difasilitasi TIK/Jaringan
Pembelajaran yang sudah memanfaatkan TIK atau teknologi jaringan untuk mempermudah dan memfasilitasi pembelajaran tatap muka. Menggunakan internet sebagai sumber belajar, blog sebagai tempat untuk menayangkan silabus dan materi perkuliahan, menggunakan email untuk komunikasi, dan semua diarahkan untuk memperkaya pembelajaran tatap muka.
30-79%
Blended/
Hybrid
Pembelajaran yang meramu pemanfaatan TIK/teknologi online dan pembelajaran tatap muka. Pembelajaran disampaikan lebih banyak secara online, menggunakan repository bahan ajar online, menggunakan diskusi online, tapi tetap diperkaya dengan pembelajaran tatap muka.
80+%
Online/ e-learning
Pembelajaran yang sangat mengandalkan pemanfaatan TIK/teknologi online: hamper semua materi disajikan dan disampaikan secara online, interaksi dilakukan secara virtual. Biasanya tidak memiliki pembelajaran tatap muka atau hanya memiliki pada tingkat minimal.

PJJ Topik 4


PJJ TOPIK-4



Peran Tes Formatif dan Tes Sumatif dalam Pembelajaran menurut Grolund

·         Hasil tes formatif dapat digunakan untuk memutuskan, apakah ada peserta didik yang harus diberi remediasi karena belum menguasai tujuan pembelajaran yang direncanakan. Peran tes formatif sangat penting dalam PJJ. Seperti telah dibahas sebelumnya, peserta didik PJJ melakukan proses belajar sendiri, terpisah secara fisik dari pendidiknya. Mereka belajar secara mandiri menggunakan bahan ajar yang dirancang khusus untuk keperluan belajar mandiri.
Untuk membantu proses belajar peserta didik, dalam bahan ajar disediakan latihan-latihan atau pertanyaan-pertanyaan atau tugas-tugas, dan diakhir kegiatan belajar tertentu disediakan tes formatif untuk mengarahkan mereka agar dapat mengukur keberhasilan belajarnya sendiri. Pada program PJJ, tes formatif biasanya ada pada akhir modul.
Latihan-latihan atau pertanyaan-pertanyaan atau tugas-tugas berfungsi sebagai alat diagnosis untuk mendeteksi kesulitan-kesulitan peserta didik dalam mempelajari bagian bahan ajar yang sedang dihadapi. Peserta didik mengetahui hasilnya dengan cara membandingkan hasil pengerjaannya dengan jawaban yang telah disediakan di bahan ajar itu sendiri. Demikian juga dengan tes formatif, peserta didik mengerjakan tes formatif yang disediakan, kemudian mencocokkan hasilnya dengan kunci jawaban yang telah disediakan pula.
·         Evaluasi sumatif dilakukan pada akhir proses pembelajaran. Evaluasi atau tes ini bertujuan untuk menetukan apakah peserta didik menguasai materi yang telah dipelajari. Dengan kata lain, evaluasi sumatif diberikan untuk mengetahui apakah peserta didik telah mencapai hasil belajar yang diharapkan sesuai yang ditentukan pada tujuan pembelajaran.
Hasil evaluasi digunakan terutama untuk memberikan nilai bagi peserta didik atau menetukan kelulusan peserta didik. Apabila hasil penilaian menunjukkan bahwa peserta didik belum mencapai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan, pengajar dapat memberikan pelajaran tambahan untuk memastikan ketercapaian tujuan pembelajaran tersebut.
Pada sistem PJJ di Indonesia tes sumatif dapat diberikan dalam bentuk:
o   Tugas Mandiri
o   Ujian Akhir Semester
o   Tugas Tutorial
o   Ujian Praktek (termasuk pembuatan laporan)
o   Ujian Komprehensif Tertulis




Fungsi penilaian

Fungsi penilaian pada dasarnya ada tiga, yaitu untuk:
o   mengukur keberhasilan belajar mahasiswa,
o   mengevaluasi efektivitas mengajar dosen, dan
o   memberikan umpan balik kepada mahasiswa.
Nilai diperlukan agar mahasiswa mengetahui keberhasilan belajarnya. Oleh karena itu, nilai yang diberikan harus valid. Nilai haruslah mencerminkan tingkat keberhasilan yang dicapai mahasiswa. Nilai tertinggi harus diberikan kepada mahasiswa yang dapat mencapai tingkat penguasaan yang tertinggi terhadap tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.
Penilaian juga berfungsi untuk memacu, mengarahkan, dan memberikan penghargaan atas usaha peserta didik dalam belajar. Setiap peserta didik berhak mendapatkan umpan balik dari pengajarnya untuk setiap tugas yang dikerjakannya. Dengan demikian, peserta didik dapat mengetahui kesalahannya dalam menjawab atau mengerjakan tugas, dan sebaliknya dapat mengetahui apakah jawaban atau tugas yang dikerjakannya sudah benar. Mengetahui kesalahan dalam belajar dapat memotivasi peserta didik untuk belajar lebih keras. Begitu pula informasi keberhasilan peserta didik dalam belajar dapat menimbulkan rasa bangga, yang pada akhirnya akan lebih memacu semangat belajarnya.



Bentuk-bentuk tes sumatif pada PJJ

Berdasarkan bentuknya, tes sumatif dapat dideskripsikan seperti dibawah:

a. Tugas Mandiri (TM)
TM setara dengan Ujian Tengah Semester (UTS) pada sistem pendidikan tatap muka. TM diadakan untuk memacu proses belajar peserta didik dan dapat dikerjakan oleh para peserta didik di rumah masing-masing tanpa pengawasan. Dengan mengerjakan TM, baik masing-masing, maupun secara berkelompok, peserta didik diharapkan telah mempelajari materi kuliah. Nilai TM menyumbang sebesar 20% terhadap nilai mata kuliah, Apabila peserta didik tidak menyerahkan TM, nilai akhir mereka dihitung 100% dari UAS.

b. Ujian Akhir Semester (UAS)
Materi yang diujikan pada UAS adalah semua materi bahan ajar dengan proporsi keterwakilan materi substansi yang telah dipertimbangkan oleh penulis soal. UAS dapat menjadi satu-satunya alat ukur keberhasilan jika peserta didik tidak mengirimkan lembar jawaban TM atau nilai TM lebih rendah dari nilai UAS.


c. Tugas Tutorial
Dalam hal ini, yang penting adalah proses bimbingan akademik yaitu tugas tutor dalam membimbing peserta didiknya. Setiap tutor biasanya diberi tugas untuk membimbing sekelompok peserta didik. Tutor bertanggung jawab untuk memberikan tugas, mengevaluasi tugas-tugas yang telah dikerjakan peserta didik, dan memberikan umpan balik terhadap tugas-tugas tersebut. Mereka secara kontinu harus memonitor kemajuan belajar peserta didiknya. Peserta didik juga diharuskan menghubungi tutornya setiap saat apabila mereka menemui kesulitan belajar. Jadi, tutor di sini berfungsi sebagai pembimbing akademik.

d. Ujian Praktik
Praktik diberikan untuk mata kuliah mata kuliah yang tidak hanya menuntut peningkatan pengetahuan kognitif dari peserta didiknya, namun juga peningkatan keterampilan, misalnya praktik olahraga, praktik pembelajaran atau perencanaan pembelajaran. Nilai praktik dan praktikum mempunyai kontribusi terhadap nilai akhir mata kuliah. Nilai praktik diberikan oleh tutor atau instruktur berdasarkan kinerja yang dilakukan pada saat kegiatan praktik tetapi nilai praktikum diberikan berdasarkan laporan praktikum yang dibuat peserta didik.

e. Ujian Komprehensif Tertulis (UKT)
UKT merupakan ujian akhir program studi bagi peserta didik. Peserta didik yang belum lulus UKT belum dapat dinyatakan lulus program studi yang diikuti, meskipun semua mata kuliah sudah lulus, jumlah SKS sudah melebihi persyaratan kelulusan, dan IPK-nya cukup tinggi. Materi UKT diambil dari beberapa mata kuliah inti pada program studi yang bersangkutan. Proses berpikir yang diukur biasanya proses berpikir tinggi dengan pendekatan pemecahan masalah.

PJJ Topik 3


PJJ TOPIK-3
1.    SUMBER BELAJAR
AECT (Association for Educational Communication and Technology) membedakan enam jenis sumber belajar yang dapat digunakan dalam proses belajar, yaitu:
Pesan; di dalamnya mencakup kurikulum (GBPP) dan mata pelajaran.
Orang; di dalamnya mencakup pengajar, tokoh masyarakat, tenaga ahli, dan sebagainya
Bahan; merupakan suatu format yang digunakan untuk menyimpan pesan pembelajaran, seperti buku paket, buku teks, modul, program video, film, OHT, program slide, alat peraga, dan sebagainya.
Alat; sarana yang digunakan untuk menyajikan bahan pada butir 3 di atas.
Teknik; cara (prosedur) yang digunakan orang dalam memberikan pembelajaran guna tercapai tujuan pembelajaran. Di dalamnya mencakup ceramah, permainan/simulasi, tanya jawab, dan sebagainya.
Latar (setting) atau lingkungan; termasuk di dalamnya adalah pengaturan ruang, pencahayaan, dan sebagainya.

2.    MEDIA PEMBELAJARAN
Definisi media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan dalam sebuah proses komunikasi atau interaksi antara sumber belajar dengan peserta didik.

Menurut Thorn (1995) ada enam karakteristik untuk menilai keefektifan sebuah media:
1. Kemudahan navigasi; sebuah program harus dirancang sedemikian rupa atau sesederhana mungkin sehingga peserta didik tidak perlu belajar komputer dahulu secara menyeluruh.
2. Kandungan kognisi; program ini harus mudah dicerna oleh peserta didik;
3. Pengetahuan dan presentasi informasi; kedua kriteria ini untuk menilai isi dari program itu sendiri, apakah program tersebut telah memenuhi kebutuhan pembelajaran peserta didik atau belum.
4. Integrasi media; media harus mengintegrasikan aspek-aspek pembelajaran yang harus dipelajari;
5. Estetika; media yang digunakan harus mempunyai tampilan yang artistik sehingga menarik minat peserta didik;
6. Fungsi secara keseluruhan; program yang dikembangkan harus memberikan pembelajaran yang diinginkan oleh peserta didik, sehingga pada waktu peserta didik selesai menjalankan program dia akan merasa telah belajar sesuatu

3.    FUNGSI DARI MEDIA PEMBELAJARAN
Beberapa kegunaan media dalam pembelajaran, diantaranya:
1. berperan sebagai sarana komunikasi
2. sebagai bahan belajar mandiri (modul)
3. memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis
4. mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga, dan daya indera
5. menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara peserta didik dengan sumber belajar
6. memungkinkan peserta didik belajar secara mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan
7. pembelajaran lebih menyenangkan, sehingga peserta didik tidak merasa bosan dalam belajar  


4.    JENIS-JENIS MEDIA PEMBELAJARAN

Klasifikasi dan Jenis-jenis Media Pembelajaran (Heinich, Molenda, dan Russel, 1996):

1. Media yang tidak diproyeksikan

Media yang tidak diproyeksikan terdiri dari beberapa jenis yaitu: benda nyata (realia), replika, model, multimedia kit, simulator, bahan cetakan (printed materials), foto, gambar, chart, poster, dan grafik.
2. Media yang diproyeksikan
Media yang diproyeksikan adalah jenis media yang penggunaannya diproyeksikan ke layar. Jenis media yang tergolong ke dalam media yang diproyeksikan adalah Overhead Transparansi, film slide, dan gambar proyeksi komputer (Computer Image Projection).

3. Media audio
Media audio adalah bahan suara (audio) yang direkam dalam format fisik tertentu. Secara fisik jenis media yang tergolong sebagai media audio adalah kaset audio dan disk audio.
4.Media video
Media video adalah gambar bergerak yang direkam dalam format kaset video, Video Cassette Disc (VCD), dan Digital Versatile Disc (DVD).

5.Komputer
Komputer merupakan jenis media yang secara virtual dapat menyediakan respon yang segera terhadap hasil belajar yang dilakukan oleh peserta didik. Perkembangan teknologi yang pesat saat ini telah memungkinkan komputer memuat dan menayangkan beragam bentuk media di dalamnya.
6. Multimedia berbasis komputer
Multimedia berbasis komputer dapat pula dimanfaatkan sebagai sarana dalam melakukan simulasi untuk melatih keterampilan dan kompetensi tertentu. Misalnya, tampilan multimedia dalam bentuk animasi yang memungkinkan peserta didik lebih paham dalam pembelajaran.

5.    PERANAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN
Media tidak hanya dipandang sebagi alat bantu dalam mengajar, tetapi lebih sebagai sumber pesan. Pengajar bukanlah satu-satunya sumber belajar. Jadi, salah satu upaya mengatasi keterbatasan interaksi antara pengajar dan peserta didik serta minimnya pemberian umpan balik, kita perlu memaksimalkan pemanfaatan media pembelajaran.

Kontribusi media pembelajaran menurut Kemp and Dayton, 1985:
1. penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar
2. pembelajaran dapat lebih menarik
3. pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan metode belajar
4. waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek
5. kulitas pembelajaran dapat ditingkatkan
6. proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan
7. sikap positif peserta terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan
8. peran dosen berubah kearah yang positif