Selasa, 13 November 2012

PJJ Topik 4


PJJ TOPIK-4



Peran Tes Formatif dan Tes Sumatif dalam Pembelajaran menurut Grolund

·         Hasil tes formatif dapat digunakan untuk memutuskan, apakah ada peserta didik yang harus diberi remediasi karena belum menguasai tujuan pembelajaran yang direncanakan. Peran tes formatif sangat penting dalam PJJ. Seperti telah dibahas sebelumnya, peserta didik PJJ melakukan proses belajar sendiri, terpisah secara fisik dari pendidiknya. Mereka belajar secara mandiri menggunakan bahan ajar yang dirancang khusus untuk keperluan belajar mandiri.
Untuk membantu proses belajar peserta didik, dalam bahan ajar disediakan latihan-latihan atau pertanyaan-pertanyaan atau tugas-tugas, dan diakhir kegiatan belajar tertentu disediakan tes formatif untuk mengarahkan mereka agar dapat mengukur keberhasilan belajarnya sendiri. Pada program PJJ, tes formatif biasanya ada pada akhir modul.
Latihan-latihan atau pertanyaan-pertanyaan atau tugas-tugas berfungsi sebagai alat diagnosis untuk mendeteksi kesulitan-kesulitan peserta didik dalam mempelajari bagian bahan ajar yang sedang dihadapi. Peserta didik mengetahui hasilnya dengan cara membandingkan hasil pengerjaannya dengan jawaban yang telah disediakan di bahan ajar itu sendiri. Demikian juga dengan tes formatif, peserta didik mengerjakan tes formatif yang disediakan, kemudian mencocokkan hasilnya dengan kunci jawaban yang telah disediakan pula.
·         Evaluasi sumatif dilakukan pada akhir proses pembelajaran. Evaluasi atau tes ini bertujuan untuk menetukan apakah peserta didik menguasai materi yang telah dipelajari. Dengan kata lain, evaluasi sumatif diberikan untuk mengetahui apakah peserta didik telah mencapai hasil belajar yang diharapkan sesuai yang ditentukan pada tujuan pembelajaran.
Hasil evaluasi digunakan terutama untuk memberikan nilai bagi peserta didik atau menetukan kelulusan peserta didik. Apabila hasil penilaian menunjukkan bahwa peserta didik belum mencapai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan, pengajar dapat memberikan pelajaran tambahan untuk memastikan ketercapaian tujuan pembelajaran tersebut.
Pada sistem PJJ di Indonesia tes sumatif dapat diberikan dalam bentuk:
o   Tugas Mandiri
o   Ujian Akhir Semester
o   Tugas Tutorial
o   Ujian Praktek (termasuk pembuatan laporan)
o   Ujian Komprehensif Tertulis




Fungsi penilaian

Fungsi penilaian pada dasarnya ada tiga, yaitu untuk:
o   mengukur keberhasilan belajar mahasiswa,
o   mengevaluasi efektivitas mengajar dosen, dan
o   memberikan umpan balik kepada mahasiswa.
Nilai diperlukan agar mahasiswa mengetahui keberhasilan belajarnya. Oleh karena itu, nilai yang diberikan harus valid. Nilai haruslah mencerminkan tingkat keberhasilan yang dicapai mahasiswa. Nilai tertinggi harus diberikan kepada mahasiswa yang dapat mencapai tingkat penguasaan yang tertinggi terhadap tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.
Penilaian juga berfungsi untuk memacu, mengarahkan, dan memberikan penghargaan atas usaha peserta didik dalam belajar. Setiap peserta didik berhak mendapatkan umpan balik dari pengajarnya untuk setiap tugas yang dikerjakannya. Dengan demikian, peserta didik dapat mengetahui kesalahannya dalam menjawab atau mengerjakan tugas, dan sebaliknya dapat mengetahui apakah jawaban atau tugas yang dikerjakannya sudah benar. Mengetahui kesalahan dalam belajar dapat memotivasi peserta didik untuk belajar lebih keras. Begitu pula informasi keberhasilan peserta didik dalam belajar dapat menimbulkan rasa bangga, yang pada akhirnya akan lebih memacu semangat belajarnya.



Bentuk-bentuk tes sumatif pada PJJ

Berdasarkan bentuknya, tes sumatif dapat dideskripsikan seperti dibawah:

a. Tugas Mandiri (TM)
TM setara dengan Ujian Tengah Semester (UTS) pada sistem pendidikan tatap muka. TM diadakan untuk memacu proses belajar peserta didik dan dapat dikerjakan oleh para peserta didik di rumah masing-masing tanpa pengawasan. Dengan mengerjakan TM, baik masing-masing, maupun secara berkelompok, peserta didik diharapkan telah mempelajari materi kuliah. Nilai TM menyumbang sebesar 20% terhadap nilai mata kuliah, Apabila peserta didik tidak menyerahkan TM, nilai akhir mereka dihitung 100% dari UAS.

b. Ujian Akhir Semester (UAS)
Materi yang diujikan pada UAS adalah semua materi bahan ajar dengan proporsi keterwakilan materi substansi yang telah dipertimbangkan oleh penulis soal. UAS dapat menjadi satu-satunya alat ukur keberhasilan jika peserta didik tidak mengirimkan lembar jawaban TM atau nilai TM lebih rendah dari nilai UAS.


c. Tugas Tutorial
Dalam hal ini, yang penting adalah proses bimbingan akademik yaitu tugas tutor dalam membimbing peserta didiknya. Setiap tutor biasanya diberi tugas untuk membimbing sekelompok peserta didik. Tutor bertanggung jawab untuk memberikan tugas, mengevaluasi tugas-tugas yang telah dikerjakan peserta didik, dan memberikan umpan balik terhadap tugas-tugas tersebut. Mereka secara kontinu harus memonitor kemajuan belajar peserta didiknya. Peserta didik juga diharuskan menghubungi tutornya setiap saat apabila mereka menemui kesulitan belajar. Jadi, tutor di sini berfungsi sebagai pembimbing akademik.

d. Ujian Praktik
Praktik diberikan untuk mata kuliah mata kuliah yang tidak hanya menuntut peningkatan pengetahuan kognitif dari peserta didiknya, namun juga peningkatan keterampilan, misalnya praktik olahraga, praktik pembelajaran atau perencanaan pembelajaran. Nilai praktik dan praktikum mempunyai kontribusi terhadap nilai akhir mata kuliah. Nilai praktik diberikan oleh tutor atau instruktur berdasarkan kinerja yang dilakukan pada saat kegiatan praktik tetapi nilai praktikum diberikan berdasarkan laporan praktikum yang dibuat peserta didik.

e. Ujian Komprehensif Tertulis (UKT)
UKT merupakan ujian akhir program studi bagi peserta didik. Peserta didik yang belum lulus UKT belum dapat dinyatakan lulus program studi yang diikuti, meskipun semua mata kuliah sudah lulus, jumlah SKS sudah melebihi persyaratan kelulusan, dan IPK-nya cukup tinggi. Materi UKT diambil dari beberapa mata kuliah inti pada program studi yang bersangkutan. Proses berpikir yang diukur biasanya proses berpikir tinggi dengan pendekatan pemecahan masalah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar